Newest Post
hai guys selamat datang di blogger perdana saya, nah jadi kali ini saya akan membahasa dua film yang masih hangat hangatnya dan mungkin berkaitan dengan IT hehe.
jadi film pertama yang akan saya bahas adalah film the billion code. sebelum masuk ke pembahasan apakah kalian tau tentang google earth?. pasti nama ini sudah tidak asing lagi bagi kalian, yha google erarth adalah sebuah program globe virtual yang sebenarnya disebut google viewer. program ini memetakan bentuk bumi yang dikumpulkan dari pemetaan satelit, fotografi udara dan Globe GISD 3D.
yhak jadi film ini terispirasi dari kisah nyata yaitu gugatan yang pernah dilayangan oleh selaku pendiri ART+COM yaitu joachim Sauter kepada google karena diketahui algoritma yang telah diciptakannya untuk Terra Vision Ditiru mentah mentah oleh Google earth. nah guys jadi pada film ini berpusat pada gugatan dari pendiri ART+COM kepada Google earth karena telah dicurigai meniru codingan nya guys, lanjutt...
nahh jadi alur film ini berkisah pada 2 orang yaitu
(Carsten schluteer dan Juri muller) pelopor komputer jerman yang dipaksa
bertarung di pengadilan untuk mengclaim hak nya agar diakui sebagai pembuat
algoritma atau codingan yang digunakan oleh google earth setelah 25 tahun
mereka menemukan algoritma program itu. nah guys film ini juga bercerita
tentang bagaimana internet berkembang di dunia terlebihnya di jerman, yang
terjadi pada tahun 2014 dimana perusahaan Artcom menggugat raksasa internet
yaitu google bahwa raksasa tersebut telah menggunakan Codingan dari Terravison
tersebut untuk membuat Google earth.
film ini akan mengajak penonton bolak balik dari tahun
2014 ke tahun 1963 dimana pertama kali karsten dan juri membuat Code untuk
Terravision di Berlin pada tahun 1963. jadi ceritannya carstein ini adalah
seniman digital yang akan melakukan sebuah persentase di sebuah club dan
sekalian dengan program pasca sarjana nya, namun proffesor nya terlihat tidak
tertarik dengan apa yang dibuat oleh carstein ini, lalu seseorang bernama juri
yaitu seorang programmer yang cenderung introvert datang dan melihat program
yang dibuat oleh carsten ini, dan tertarik dengan sebuah mahakarya yang dibuat
oleh karsten ini. nah jadi guys jika sebuah karya yang telah kita buat tidak
dihargai itu bukan berarti karya kita tidak ada hargannya, karya kita akan
berharga di mata orang yang tepat dan paham wkwkwk.
cerita berlanjut ke juri yang mengajak si carsten ke tempat
perkumpulan hacker dan akhirnya mereka berdua terikat karena memiliki sebuah
kecintaan yang sama terhadap teknologi. dan juri menunjukan kepada carsten bagaimana
cara membuat grafik karya carsten menjadi lebih bagus dan smooth.
namun untuk melanjutkan programnya tersebut mereka
membutuhkan dana, dan mulai mendekati perusahaan yaitu Deutsch Telekom yang
biasa mendanai banyak teknologi baru pada zaman itu, dan mereka berhasil
menyelesaikan proyek mereka dan diberi nama Terra Vision.
(dalam pandangan pribadi saya film ini sangat menarik
dan keren, lihatlah dizaman itu yang dimana internet dan komputer masih sangat minim
dan terbatas, tapi sudah ada orang yang dengan jenius nya bisa menciptakan sebuah mahakarya
luar biasa yaitu semacam earth view dimana kita bisa mengunjungi tempat
dibelahan bumi manapun dengan komputer keren banget👍.)
Jadi
bagaimanakah codingan mereka bisa dicuri?
nah jadi guys cerita berlanjut ketika program mereka lagi
hype hype nya gaes. dan pas si juri ini sedang suka suka nya dengan film
terminator karena grafiknya yang sangat bagus pada zaman itu.
nahh
karena ketertarikannya dari pihak Terravision ini menjalin kerjasama dengan
seorang ahli teknologi grafis yang bernama Brian anderson yang memang terlibat
dalam pembuatan film terminator tersebut. nah jadi si Brian ini tertarik juga
dengan program dari Terravision dan ingin mengetahui isi dari algoritma
Terravision tersebut. nah ketika si brian ini mendapatkan celah dia
memanipulasi si Juri agar si juri menceritakan algoritma serta mencuri kode
pemogramannya lalu si brian ini bekerjasama dengan google dan membuat google
earth, lalu setelah beberapa tahun sekitaran tahun 2014-2017, Carsten dan juri
meluangkan gugatan kepada google.(nah guys jadi ingat dalam dunia digital
jangan berani berani mencuri hak cipta orang lain karena bisa bisa di gugat
hehe😂).
namun ending tak sesuai harapan penonton karena sesuai
dengan kisah nyata dimana carsten dan juri tetap harus kalah dalam persidangan
dan nama mereka pun sampai sekarang tak dikenal sebagai pembuat google earth
malah seolah olahseperti telah dihapus oleh sejarah. dan pada akhir nya sejarah
hanya di ukir oleh pemenang, bukan oleh mereka yang kalah.
yahh
pada akhirnya film ini termasuk film yang keren sih. ketika kita ingin melihat
duo tokoh utama mencapai keberhasilannya dengan berjuang mengambil hak miliknya
namun apa daya realita dunia sekarang tumpul ke atas runcing kebawah.. yang
memiliki power lebih akan selalu menang. dan film ini bisa jadi pengingat kita
bahwa mengambil hak cipta orang lain adalah hal yang dilarang dan kita tak
boleh menyepelekannya. nice👍. nah lanjut ke review
film berikutnya..
Nah
sekarang film yang akan kita bahas adalah The Playlist. karena film The
playlist ini membahas tentang Pembuatan Spotify jadi sebelum masuk ke
pembahasan kita harus cari tau apa sih itu spotify?
Jadi
spotify ini adalah layanan musik digital, podcast, dan video yang memberikan
kalian akses ke jutaan musik dan konten yang kalian mau dari seluruh dunia.
nahh jadi film ini di ambil dari kisah nyata dimana
awalnya pengusaha teknologi asal swedia yaitu Daniel EK dan mitra bisnis nya
martin Lorentzon merevolusi industri musik melalui layanan streaming musik
gratis dan legal yaitu spotify.
Series ini berkisah tentang munculnya sebuah Ide dari
daniel EK di swedia, hingga membuat spotify menjadi salah satu perusahaan
teknologi terbesar didunia dan menjadi layanan yang dapat merubah perspektif
masyarakat dalam mendengarkan musik.
Daniel EK yang merupakan perintis dari Sppotify ini awalnya
adalah seorang pengusaha asal swedia dan seorang Tech wonder yang pada
saat itu sudah menghasilkan banyak uang dan ingin menikmati masa hidupnya
hingga pensiun.
awal cerita Daniel EK ini berinisiatif membuat layanan
Spotify ini berawal dari beredarnya info tentang sebuah situs bernama Pirate
bay yang merupakan suatu layanan penyedia berbagai musik terbesar dan sempt
menjadi situs nomor satu, tapi menuai kontra karena biasa digunakan untuk
menyediakan layanan musik secara ilegal. melihat itu Muncullah ide dari Daniel
EK untuk membuat layanan musik yang gratis dan sudah pasti legal. nahh guys
seperti film sebelumnya ingat hindari perbuatan yang bersifat copyright dan
hindari hal hal berbau ilegal ges..
..lanjut
penjelasan
nahh tapi balik lagi di waktu itu ide tersebut adalah hal
suatu hal gila yang tak pernah terpikirkan dan pasti ide tersebut akan menuai
pro dan kontra dari industri musik lain. begitulah cerita series ini di awali,
tapi meskipun tidak mudah dan terdengar gila tapi hal yang bersifat ilegal
harus di hilangkan dan hal legal harus diperjuangkan meskipun kisah
perjuangan tersebut melewati banyak harapan, perkembangan dan juga harus
berhadapan dengan kontra kekuatan besar dari industri musik yang pada waktu itu
yang tidak tertarik memberikan layanan musik mereka.
Dari
pandangan saya series ini di kemas secara menarik karena menceritakan tentang
seseorang yang memperjuangangkan legalitas, dan series ini sangat pas dirasa
untuk dinikmati oleh penikmat drama dan pecinta musik atau bahkan kalian yang
menyukai hal dibagian teknologi tentunnya
.......Jadi
pada dasarnya ke dua film ini menekankan tentang legalitas atau hak
cipta...kita tidak boleh mengambil hak orang lain..segala hal yang berbau
ilegal harus kita hindari, dan segala hal yang mengarah ke legalitas harus diperjuangkan..
Sekian
hasil review dari saya TERIMAKASIH TELAH MEMBACA
